Alasan Memilih Myor Agronomi dan Hortikultura

Alasan Memilih Mayor Agronomi dan Hortikultura

Awalnya saya samasekali tidak pernah mengetahui adanya istilah Agronomi dan Hortukultura, yang saya ketahui hanya bidang pertaniannya saja. Namun sejak saya duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama saya sudah mulai tertarik pada bidang pertanian. Ketika saya masih kecil, tanpa sengaja saya pernah menanam biji-bijian dan beberapa minggu kemudian biji-biji tersebut mulai bertunas dan itu membuat saya penasaran dan tertarik. Dan ketika budidaya tanaman mulai diajarkan disekolah saya benar-benar tertarik dengan dunia budidaya tanaman. Oleh karena itu ketika saya duduk dibangku SMP saya bercita-cita ingin menjadi Sarjana pertanian. Apalagi waktu itu teman dekat saya pun memiliki cita-cia yang sama. Itu membuat saya senang, karena saya berpikir kita nantinya bisa bekerjasama setelahlulus. Namun teman saya tersebut mengurungkan niatnya menjadi Sarjana Pertanian dan memilih menjadi Sarjana Pendidikan yang menurut dia lebih jelas masa depannya. Tapi walaupun demikian saya tetap mengejar cita-cita saya tersebut.

Dan ketika saya duduk dibangku Sekolah Menengah Atas tekad saya pun semakin bulat. Apalagi didukung oleh penilaian psikotes saya yang menunjukkan bahwasannya saya cenderung cocok dalam bidang pertanian dan perkebunan. Dan pada saat adanya kunjungan mahasiswa IPB ke sekolah saya, disitulah istilah Mayor Agonomi dan Hortikultura diperkenalkan. Dan saya benar-benar tertarik. Mereka mengatakan bahwa mayor Agronomi dan Hortikultura merupakan bidang yang mempelajari bidang teknik budidaya tanaman yang meliputi pengenalan jenis-jenis tanaman, penggunaan sarana produksi (benih, pupuk, pestisida), penanaman benih, pembibitan tanaman, sampai pada saat pemanenan.  Ketika adanya pembukaan pendaftara bagi siswa yang berminat masuk ke IPB melalui jalur USMI dibuka, saya pun bersemangat untuk ikut mendaftar  dan memilih  Mayor Agronomi dan Hortikultura pada pilihan pertama. Namun pada saat pengumuman, ternyata saya tidak diterima. Tapi itu tidak membuat saya putus asa, saya tetap mencari informasi tentang jalur masuk IPB yang lain. Untunglah ada kakak kelas saya yang sudah masuk terlebih dahulu ke IPB. Lewat kakak kelas saya itulah saya mendapatkan informasi bahwa ada jalur baru yaitu UTMI (Ujian Talenta Mandiri IPB). Ketika itu hanya saya yang mendaftar disekolah saya. Saya pun memilih Mayor yang sama ketika saya mendaftar pada jalur USMI yaitu Agronomi dan Hortikultura.

Orang seringkali mengartikan ilmu Agronomi hanya sebatas ilmu pertanian yang hanya mempelajari tanaman. Oleh karena itu saya ingin lebih mendalami ilmu Agronomi tersebut. Selain itu dengan mempelajari ilmu Agronomi kita bisa meningkatkan kualitas produksi sehingga harganya tidak jatuh dipasaran. Hal itu disebabkan oleh penggunaan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga dua kali lipat dari biasanya.http:// id.shvoong.com › Sains. Selain itu kerjasama dalam bidang hortikultura juga sangat mudah dan banyak, baik dalam maupun luar negeri. Sehingga lulusan bidang Agronomi dan Hortikultura tidak perlu khawatir akan kemana nantinya setelah lulus. Inilah yang membuat saya memilih bidang ilmu ini sebagai jenjang ilmu pendidikan saya.

http://www.litbang.deptan.go.id/unker/one/300/

Saya memilih Mayor Agronomi dan Hortikultura karena saya turut prihatin atas keadaan pertanian di Indonesia. Kini semakin sempit saja lahan produktif yang tersedia untuk lahan pertanian.  Dan melalui Agronomi dan Hortikultura inilah saya berharap bisa menemukan cara yang efektif untuk memanfaatkan lahan yang sempit itu untuk pertanian namun dengan jumlah dan kualitas produksi yang sama besar bahkan melebihi penanaman di lahan yang luas.   Tanggapan masyarakat akan pembangunan pertanian cukup besar, khususnya pada komoditi hortukultura yang nampak makin berkembang sehubungan dengan makin meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Tanggapan masyarakat akan perkembangan hortikultura terlihat dengan mulai bermunculnya usaha swasta dan pemerintah. http://www.scribd.com/doc/16661746/Pengenalan-Hortikultura

Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan peningkatan jumlah pangan dan produk pertanian lainnya. Perdagangan bebas dan era globalisasi memberikan peluang besar bagi negara maju untuk menjadikan negara-negara sedang berkembang termasuk Indonesia menjadi tujuan pasar. Oleh karena itulah saya memilih Mayor Agronomi dan Hortikultura agar Indonesia tidak kalah jika bersaing dengan tenaga profesional luar negeri karena Mayor Agronomi dan Hortikultura mampu mencetak mencetak tenaga profesional yang berbasis kompetensi. serta mengembangkan ilmu pengetahuan/teknologi guna mendorong pengembangan sistem pertanian berkelanjutan dalam rangka ikut memacu kesejahteraan masyarakat. Apalagi akhirnya Departemen Agronomi dan Hortikultura menjadi departemen pertama di IPB yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Yang secara resmi telah diumumkan oleh Rektor IPB, Prof.Dr. Herry suhardiyanto dalam acara penutupan Dies Natalis IPB tahun 2010 pada hari Sabtu, 6 November 2010. http://web.ipb.ac.id/~agrohort/.

Selain itu di Mayor Agronomi dan Hortikultura juga dipelajari rekayasa genetika yang mempelajari sifat-sifat dan karakteristik tanaman dan bagaimana membuat tanaman tersebut memiliki nialai produksi yang lebih tinggi dari harga jual tanaman biasanya, seperti misalnya buah-buahan tanpa biji (semangka, anggur, dan srikaya). http://hortimart.blogspot.com/

Posted in Uncategorized | Leave a comment